Puasa Sebagai Jihad Akbar

Saturday, June 23rd 2012. | PUASA, RELIGY

Quraish ShihabPuasa Sebagai Jihad Akbar. oleh  M.Quraish Shihab.

Perang Teluk telah usai. Suka atau tidak, sadar atau belum, yang rugi dalam peperangan ini adalah umat Islam sendiri, paling sedikit dari segi material. Para pemenang mulai menghitung dan membagi keuntungan, dan yang kalah menghitung berapa banyak lagi yang harus mereka bayar. Betapapun, baiklah kita tinggalkan sementara perang itu sambil mengutip sabda Isa Al-Masih yang dapat kita temukan juga dalam beberapa literatur agama Islam : Apakah artinya seseorang memperoleh seluruh dunia ini. tetapi jiwanya kosong (Matius XVI :26).

Perang TelukKita tinggalkan Perang Teluk, guna bersiap-siap menghadapi perang yang lebih dahsyat oleh umat Islam, yakni jihad akbar. Menurut Nabi Muhammad saw., jihad akbar adalah peperangan yang bila dimenangkan dapat mencegah timbulnya perang semacam Perang Teluk. Dengan kata lain, jihad akbar adalah perang perang yang bila dimenangkan dapat mengendalkan nafsu memperoleh materi tanpa menghabisi lawan ataupun menghancurkan diri sendiri.

Binatang melata pun tidak rela melepaskan kendali nafsunya, bila perasaan itu membahayakan hidupnya. Bahkan tulis sebagian pakar :”Singa rela mati daripada memakan bangkai demi memelihara kehormatan dirinya.” Wajarlah bila Al-Quran mengecam manusia yang lepas kendali bagaikan binatang bahkan lebih sesat (QS 25 :44).

puasaJihad akbar disulut apinya pada bulan puasa. Disanalah setiap muslim dituntut untuk berperang menaklukkan nafsunya yang menggebu-gebu. Tapi, harus disadari bahwa perang ini – sebagaimana halnya semua perang dalam Islam – tidak bertujuan menghabisi potensi lawan, apalagi memusnahkannya. Tujuannya sekadar mengendalikannya karena betapapun jeleknya sesuatu, pasti ada segi-segi positif dalam dirinya yang dapat dimanfaatkan. Karena itulah, titik temu harus dicari. Dalam peperangan apa pun, gencatan senjata harus diusahakan, sampai akhirnya lahir perdamaian. Dalam jihad akbar, perdamaian itu terjadi dalam diri manusia. Dan kalau ini telah dicapai oleh banyak orang, mustahil semacam Perang Teluk akan berkobar.

Mempertemukan kehendak jasmani dan ruhani adalah tujuan Islam. Hal tersebut dilakukan antara lain melaui jihad akbar melawan nafsu. Tapi jangan biarkan peperangan berlanjut sehingga memusnahkan salah satu pihak, karena pihak mana pun yang punah – jasmani atau ruhani – akibatnya adalah kebinasaan yang juga menimpa pemenang.

Mencapai gencatan senjata, kemudian perdamaian dengan kedua belah pihak bukanlah satu hal yang mudah. Bahkan itulah usaha manusia yang paling berat : Bagaimana mempertemukan oksigen dan hidrogen sehingga menghasilkan air, bagaimana mempertemukan keinginan binatan dan kecenderungan malaikat agar lahir manusia. Itu semua membutuhkan perjuangan. Jihad akbar bukan hanya kekuatan akal, pikirang dan kesadaran, tetapi juga kebijaksanaan, muslihat dan diplomasi. Upaya itulah yang kita lakukan dengan berpuasa dan sejak dini kita harus mempersiapkan diri dengan pelbagai amal saleh, karena kita ingin menang tanpa menghabisi atau memunahkan.

tags: , , , , , , , , , , , , ,