Arti Sebuah Keraguan

Sunday, September 16th 2012. | NASEHAT, RELIGY, SERBA-SERBI

raguArti Sebuah Keraguan. Sudah menjadi hal yang lumrah dan manusiawi bagi setiap orang memiliki rasa yang bernama ragu. Secara teori, Ragu atau Skeptis adalah sebuah sikap yang menggambarkan ketidakpercayaan terhadap suatu hal yang belum tentu akan kebenarannya. Dari pemahaman tersebut muncul aliran yang bernama skeptisme sebagai sebuah pemahaman pada zaman yunani kuno. Pemahaman yang berpendapat bahwa “tidak ada yang bisa kita ketahui”, “Tidak ada yang pasti” “Saya ragu-ragu.” sebuah pernyataan yang akan diprotes karena memiliki paradoks. Jika memang tidak ada yang bisa diketahui, darimana kamu mengetahuinya. Jika memang tidak ada yang pasti, perkataan itu sendiri sesuatu kepastian. Setidaknya dia yakin kalau dirinya ragu-ragu. (sumber ; Wikipedia).

Teori Filsafat Skeptisme (Keraguan)

Teori ini berpendapat bahwa “berangkat dari sebuah keraguan dan berakhir dengan keraguan” Tidak ada suatu hal pun yang pasti di muka bumi ini. Salah satu contoh : Apakah bumi ini awalnya terbentuk dari debu dan helium, lalu dari mana debu dan helium itu berasal? dan seterusnya dan seterusnya. Selanjutnya bumi ini tergabung dalam tata surya, lalu tata surya bergabung dalam galaxy, lalu apakah galaxy2 ini tergabung lagi dalam sebuah sistem? dan seterusnya, dan seterusnya. Tidak ada kepastian untuk itu. Perlu pemikiran dan penilitian yang lebih lanjut untuk membuktikan namun tetap selalu berakhir dengan sebuah keraguan.

Hamlett Siperagu seorang sastrawan yunani yang juga menganut aliran skeptisme pernah berujar kepada orang yang dicintainya ;

Doubt the stars is fire
Doubt the sun is not move
Doubt the true is lie
But, Never Doubt to My love

artinya :

Ragukanlah bintang itu adalah api
Ragukanlah matahari itu diam
Ragukanlah kebenaran itu dusta
Tapi jangan engkau ragu akan cintaku.

Keraguan menurut pandangan Islam

Nabi Ibrahim menempuh perjalanan yang panjang dalam proses pencarian Tuhan yang sempat berpendapat bahwa bintang, bulan dan matahari itu adalah Tuhan dan berakhir dengan penemuannya akan kebenaran yang hakiki. Dalam Islam kita diminta untuk menghindari atau menghilangkan sikap ragu terhadap ajaran baik itu aqidah, syariah maupun muamalah. Sebagai mana sabda nabi yang mengatakan “Campakkanlah segala yang menimbulkan keraguan di benakmu, dan ambillah yang tak menimbulkan keraguan,” Karena jika anda mengimani akan Agama Islam maka satu hal yang harus anda tanamkan bahwa segala sesuatunya boleh saja bersifat relatif, Namun Allah adalah kebenaran mutlak.

tags: , , , , , , , , , , ,