Cerita Abunawas Tentang Ketenangan Hati

Thursday, October 11th 2012. | NASEHAT, RELIGY

AbunawasCerita Abunawas Tentang Ketenangan Hati ini berawal dari seorang penduduk di Bagdad, Irak yang juga dikenal dengan negeri 1001 malam yang datang mengadu kepada Abunawas yang dikenal sebagai seorang Sufi yang cerdik dan terkadang juga konyol namun banyak memberikan solusi kepada penduduk bahkan raja sering meminta bantuannya ketika dirundung masalah karena banyak hal-hal yang tidak terpikirkan oleh raja yang kadang kala Abunawas bisa mengelolanya dengan akal pikirannya.

Awal kisah (OVJ kali yah? heheheheh) seorang penduduk yang miskin datang ke Abunawas untuk meminta Solusi mengenai masalahnya yang tidak bisa tenang dalam rumah tangganya dan terjadilah dialog di antara keduanya;

Abunawas : Hai Fulan, ada apa gerangan engkau datang ke sini? sepertinya kamu sedang dirundung masalah.

Fulan : Iya. Begini Abunawas, Saya ini orang miskin dan tinggal dalam rumah yang sempit bersama Istri dan 3 orang anak. Di dalam rumah tidak ada sekat antara dapur, ruang tengah dan ruang tamu. Saya merasa sumpek dengan keadaan ini.

Abunawas : Oh, itu gampang Fulan. Begini, ini ada seokor angsa coba masukkan ke dalam rumahmu dan tinggallah bersamanya.

Fulan : Baiklah Abunawas. terima kasih atas bantuanmu. Sembari si Fulan berlalu dengan membawa seekor angsa menuju rumahnya.

Tiga hari kemudian, si Fulan kembali menemui Abunawas dan menceritakan keadaannya.

Fulan : Maaf Abunawas, setelah kehadiran angsa di dalam rumahku, saya merasa tersiksa karena anggota keluarga kami bertambah.

Abunawas : hmm… baiklah! begini, itu memang belum cukup. Sekarang coba kamu bawa domba yang di belakang dan bawalah pulang dan biarkan dia tinggal bersama dalam rumahmu.

Fulan : Baiklah, saya akan coba Abunawas. Lalu si Fulan beranjak dengan perasaan harap-harap cemas. Setiba di rumah dia lalu memasukkan domba tersebut ke dalam rumahnya.

Berselang beberapa hari, Si Fulan kembali lagi menemui Abunawas.

Fulan : Wahai Abunawas, setelah kehadiran domba yang kamu berikan kemarin, keadaan rumahku semakin ramai dan membuat hati saya semakin tidak tenang. sambil mengerutkan dahi.

Abunawas : Ooohh… iya. Saya lupa. seharusnya Onta di kandang itu harus ikut bersama domba yang kemarin. Bawalah onta itu lalu masukkan juga bersama domba dan angsa yang tempo hari.

Fulan : Apa kamu yakin ini akan membuat saya lebih lapang dan tenang dengan kehadiran onta ini hai Abunawas?

Abunawas : Insya Allah, dengan onta ini kamu akan merasakan ketenangan.

Fulan : Baiklah Abunawas saya akan mencobanya. Lalu si Fulan kembali dengan penuh tanda tanya yang semakin membingungkan dan meresahkannya.

Setiba di rumahnya tanpa pikir panjang si Fulan langsung memasukkan Onta tersebut ke dalam rumahnya. Dan bisa dibayangkan betapa sumpeknya dalam rumahnya belum lagi bau kotoran ke tiga binatang yang setiap saat harus dibersihkan. Akhirnya Si Fulan merasa kesal dan kembali menemui Abunawas dengan nada sedikit kesal ;

Fulan : Hai Abunawas…., Sungguh aku tidak tahan lagi. Setelah kehadiran onta yang kamu berikan kemarin kini rumahku tak ubahnya seperti neraka jahannam. Ternyata solusimu tidak berguna hai Abunawas.

Abunawas : hmmmm… Begitu yah?

Fulan : Iya. Kalau tidak percaya silahkan datang sendiri ke rumahku untuk menyaksikannya.

Abunawas : Baiklah !  Begini, sekarang coba kembalikan dulu ontanya ke mari lalu masukkan kembali ke kandangnya di belakang.

Fulan : Baik, Saya akan kembalikan sekarang juga. Lalu si fulan bergegas pulang dan segera mengeluarkan onta yang ada dalam rumahnya lalu langsung menuju rumah Abunawas.

Abunawas : Bagaimana keadaan di rumahmu sekarang?

Fulan : Setelah Onta ini di keluarkan, aku dan keluargaku merasa sedikit lega dan tenang.

Abunawas : oohh… Kalo begitu, coba besok kamu bawa domba yang di dalam rumahmu ke sini.

Fulan : Baiklah Abunawas. Selanjutnya Fulan berlalu meninggalkan Abunawas dan menuju ke rumahnya.

Di rumah, si Fulan masih merasa terusik dengan keberadaan 2 binatang yang menemaninya dalam rumah. Namun ia berfikir bahwa besok pasti akan lebih lapang dengan ketidakhadiran domba ini lagi.

Ke esokan harinya setelah sholat subuh, tanpa menunda waktu si Fulan langsung bergegas menuju ke rumah Abunawas dengan membawa domba yang di dalam rumahnya.

Fulan : Assalamu Alaikum wahai Abunawas?

Abunawas : Wa alaikumussalaam. Apa kabar wahai Fulan? bagaimana keadaan keluargamu sekarang?

Fulan : Alhamdulillah Abunawas, sekarang rumahku sedikit lega dengan kepergian onta dan domba, hanya saja masih terasa kurang tenang hatiku ini karena masih adanya angsa dalam rumah.

Abunawas : Kalau begitu, kembalilah ke rumahmu dan bawa angsa itu kemari dan masukkan kembali dalam kandangnya.

Tanpa basa-basi lagi si Fulan langsung menuju rumahnya dan mengeluarkan angsa yang dimaksud dan selanjutnya menemui Abunawas.

Fulan : Angsamu sudah kukembalikan ke dalam kandangnya hai Abunawas.

Abunawas : Bagus, Lalu bagaimana keadaan terakhir di dalam rumahmu.

Fulan : Puji Syukur saya panjatkan kepada Allah Swt, setelah ke 3 binatang yang ada dalam rumahku di keluarkan, kini keluargaku merasa lega dan hati saya semakin tenang, rumahku yang sebelumnya seperti neraka kini seperti syurga bagiku.

Abunawas : Andai saja kamu sadar bahwa sejak dari awal kamu datang ke sini keadaan di rumahmu tidak berbeda dengan yang sekarang. Kamu dulu merasa sumpek dan resah dengan keadaan rumah dan keluargamu karena hatimu tidak pernah tenang dan lupa bersyukur atas apa yang Allah telah berikan padamu. Jadi intinya, kebahagiaan itu bukan bersumber dari materi melainkan dari keikhlasan dan ketenangan hati setiap hamba-Nya.

Fulan : ooohh. iya saya khilaf Abunawas. Terima kasih atas pelajaran yang sangat berharga ini, dan sekarang saya mau pamit pulang untuk menemui keluarga kecilku di rumah. Assalamu alaikum.

Abunawas : Wa ‘alaikumussalaam.

tags: , , , , , , , , , , ,