Solusi Penanganan Kerusuhan Pelajar dan Mahasiswa

Thursday, October 18th 2012. | NASEHAT, TIPS

konflik mahasiswaSolusi Penanganan Kerusuhan Pelajar dan Mahasiswa. Maraknya aksi kerusuhan yang terjadi di kalangan pelajar dan mahasiswa akhir-akhir ini membuat pemerintah gerah dan merasa perlu membuat kebijakan baru dan bisa membuat efek jera bagi pelajar dan mahasiswa, walaupun sebenarnya sudah ada kebijakan internal yang diambil oleh pihak sekolah dan kampus mulai dari skorsing hingga DO namun hal tersebut belum mampu meredam dan meminimalisir aksi-aksi yang dilakukan oleh insan konflik antar mahasiswaakademik ini di mana mereka yang seharusnya menjadi panutan atau contoh teladan malah melenceng dari eksistensi tersebut. Inikah Agen Of Change yang kita harapkan?

Dari berbagai kejadian di persada Nusantara ini, perlu adanya Solusi Penanganan Kerusuhan Pelajar dan Mahasiswa yang kongkrit dan bisa meredam dan meminimalisir keadaan dan mainset mereka. Solusi penanganan konflik sebaiknya lebih menitikberatkan pada preventive (pencegahan) atau dalam bahasa kebencanaan dikenal dengan pra-be

Mohammad Nuh

ncana (baca : pra konflik) karena mencegah itu lebih baik dari pada mengatasi. selain biaya lebih murah efeknya juga akan berkesinambungan dan lebih bersifat membangun ketimbang kita mengambil sikap pada saat terjadi konflik di mana telah jatuh korban dan kerugian di sana-sini.

Jika ingin membersihkan sampah di sungai, jangan memulai dari hilir tetapi mulailah dari hulu.

Kerusuhan yang terjadi di Universitas Negeri Makassar antara Fakultas Teknik dengan Seni dan Desain baru-baru ini adalah dampak dari tidak terwadahinya bakat dan aspirasi mahasiswa di kampus, itu adalah kata kuncinya. Jika seandainya pihak kampus bisa mencermati akan hal ini, pastilah tidak akan terjadi peristiwa yang hingga memakan korban ini.

Lalu Bagaimana Solusi Penanganan Kerusuhan Pelajar dan Mahasiswa sebaiknya yang diterapkan?

1. EkstrakurikulerPanjat dinding

Ekstrakurikuler merupakan suatu wadah yang bisa bisa menyalurkan bakat dan skill pelajar dan mahasiswa sekaligus mengembangkannya. Ekstrakurikuler bisa berupa kegiatan olahraga, seni, pengembangan pribadi dan lain-lain. Dengan adanya kesibukan sampingan ini akan meminimalisir hasrat pelajar dan mahasiswa untuk melakukan hal-hal yang negatif. UMM (Universitas Muhammadiah Malang) pernah menerapkan solusi ini untuk meredam konflik di kampus dan ternyata berhasil. Coba perhatikan sekolah atau kampus yang sering terjadi kerusuhan, bisa dipastikan minimnya kegiatan ekstrakurikuler di sana sehingga penyaluran libido di kalangan pelajar dan mahasiswa akhirnya mengarah ke hal-hal yang negatif.

2. Perbanyak Tugas

Konflik yang terjadi di Kampus UNM Makassar di Parang Tambung seakan tidak ada habisnya yang seharusnya menjadi bahan pelajaran bagi pihak rektorat dan pemerintah. Namun ada hal yang perlu kita ketahui bersama bahwa di Parang Tambung (Kampus II UNM Makassar) ada 4 Fakultas Yakni FMIPA, Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa dan Sastra, dan Fakultas Seni dan Desain yang Kerja tugasdulunya masih 3 karena Fakultas Bahasa dan Seni masih bersatu. Satu hal yang perlu kita catat bahwa sepanjang perjalanan ke 4 Fakultas ini, hanya ada 1 Fakultas yang relatif tidak pernah kita dengarkan adanya konflik di internal fakultas maupun lintas fakultas yakni FMIPA (Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam) yang lokasinya juga berdekatan dengan ke 3 fakultas di atas. Hal ini disebabkan karena padatnya tugas dan laporan yang harus diselesaikan oleh mahasiswa sehingga hampir tidak ada waktu untukĀ  melakukan hal-hal yang menyimpang dari status kemahasiswaan mereka, walaupun kegiatan ekstrakurikuler mereka boleh di anggap minim.

3. Outbound Bertemakan Perdamaian dan Solusi Konflik

Out bound

Out bound

Salah satu penyebab dari terjadinya konflik adalah berawal dari individu atau orang perorangan karena adanya keresahan, tingkat stress yang berujung pada tindakan negatif, olehnya itu perlu adanya penyegaran (refreshing). Bentuk refreshing yang paling populer saat ini baik di instansi pemerintahan maupun di perusahaan swasta adalah Outbond, Walaupun beberapa kampus juga telah menerapkan hal ini.

Outbound (Out of Boundaries) merupakan Melakukan salah satu bentuk kegiatan atau simulasi luar biasa yang dilakukan di alam terbuka sebagai bentukĀ  pembelajaran dari pengalaman (learning by experience). Bentuk kegiatannya biasanya berupa permainan, simulasi, olah otak dan lain-lain.

Mengenai Penanganan kerusuOutboundhan pelajar dan mahasiswa, boleh disuguhkan menu outbound yang bertemakan perdamaian dan manajemen konflik, ini bisa diatur sesuai dengan pesanan kepada pihak perusahaan atau institusi yang mengelola Outbound. Kegiatan ini bisa dilakukan dalam priode bulanan di lingkup sekolah dan kampus untuk meredam tingkat stress pelajar dan mahasiswa yang kesehariannya bergelut dengan pelajaran.

4. Hadirkan Motivator dan Psikiater

Mario Teguh

Mario Teguh

Hal ini lebih menitikberatkan pada penanaman prinsip dan motivasi untuk melakukan hal-hal yang bersifat positif. Dengan begitu, proses hipnosis akan terbangun dan tertanam di benak pelajar dan mahasiswa. Mungkin ini tidak pernah terfikirkan oleh pihak sekolah dan kampus karena merasa tidak terlalu penting namun menurut saya, ini akan sangat membantu dalam membentuk keperibadian seseorang untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi dirinya dan orang-orang di sekitarnya. Pencerahan dari motivator atau Psikiater bisa dilakukan per triwulan di lingkup sekolah dan kampus sebagai modal tambahan sekaligus pembentukan pribadi yang lebih baik.

Mungkin hanya itu sedikit tambahan dari opini saya untuk pengayaan kita semua. Semoga hal ini bermanfaat dan marilah kita bersama-sama memikirkan dan menciptakan Solusi Penanganan Kerusuhan Pelajar dan Mahasiswa yang jitu.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,