Makna Rasa Syukur Yang Hakiki

Thursday, November 8th 2012. | NASEHAT, RELIGY

syukur Makna Rasa Syukur Yang HakikiMakna Rasa Syukur Yang Hakiki. Pernahkah anda berfikir betapa besar dan tak terhitung lagi nikmat yang Allah berikan kepada kita sebagai makhluk yang paling sempurna dengan rumus rasio emas-Nya. Bahkan Allah mengulang sebuah peringatan dalam surah Ar-rahman sebanyak 31 kali yang berbunyi “Fabiayyi Alaa’i Robbi kumaa Tukazzibaa” yang artinya ” Maka nikmat Tuhan mana lagikah yang kamu dustakan? dan di ayat lain Allah berfirman dalam surah Luqman ayat 27 :

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan air laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habis-nya (dituliskan) kalimat-kalimat Allah (kodrat dan karunianya). Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana

Mari sejenak kita berfikir! betapa sempurnanya kita diciptakan dalam bentuk yang seimbang dengan formulasi yang tidak ada seorang ilmuwan pun yang mampu menandinginya. Berikut contoh yang mungkin perlu kita renungi hasil dari bentuk yang luar biasa dari bentuk tubuh kita :

  1. Mata kita diletakkan di kepala, bayangkan jika di telapak kaki?
  2. Gigi kita tidak tumbuh seperti rambut. Bayangkan jika tumbuh seperti rambut?
  3. Telinga kita diberi daun dengan lekukan yang bervariasi namun tidak merubah fungsinya sebagai penghalang debu. perhatikan orang yang telah diamputasi daun telingnya, pasti di tutup kapas untuk menghalangi debu.
  4. Lubang hidung yang menghadap ke bawah, lubangnya pas pula. Bayangkan jika menghadap ke atas dan dengan lubang yang besar?
  5. Telapak tangan kita dilengkapi dengan 5 ruas jari, Bayang jika tanpa jari? pasti susah ngupil atau merokok.. hehehe
  6. Dalam mulut ada kelenjar ludah untuk memudahkan kita menelan makanan. bayangkan jika mulut kita jika kering terus?
  7. Ada sendi antara lutut dan paha, lengan atas dan lengan bawah. Bayangkan jika tdk ada sendinya! duduk pasti setengah mati.
  8. Kepala kita dibungkus dengan tulang tengkorak. Bayangkan jika tanpa tengkorak! Pasti banyak yang geger otak. heheh..
  9. Dan masih banyak lagi.

Kadang kala manusia ini lupa akan kodratnya sebagai ciptaan, selalu pesimis menyalahkan keadaan sementara dirinya tak pernah mampu memaknai rasa syukur yang hakiki. Begitu banyak cobaan yang Allah berikan namun tak pernah mau mengambil hikmah dari cobaan tersebut, dan terkadang lupa bersandar kepada Allah SWT. Dialah maha di atas segala maha, Tidak ada kekuatan yang mampu menandinginya. Derita, bencana, musibah dan cobaan lainya hanyalah sekelumit dari qada’ dan Qadar-Nya, Serpihan dari serpihan debupun tak pantas untuk membandingkannya.

Bagaimana cara Memaknai Rasa Syukur Yang Hakiki ?

Cobalah mulai dari sekarang kita mencoba Memaknai Rasa Syukur Yang Hakiki. Caranya :

  1. Jalankan perintah-Nya dan jauhi larangannya.
  2. Jangan pernah mengeluh dengan keadaan.
  3. Lihatlah nasib orang yang di bawah dari keadaan andajangan selalu menatap ke atas
  4. Rajin-rajinlah bersedekah (Insya Allah nikmat anda akan ditambah)
  5. Banyak berzikir agar hati anda selalu tenang.
  6. Dan satu hal yang paling penting, perbanyak Ikhtiar (berusaha/bekerja) untuk mendapat ridhonya. Bukan bermalas-malasan menunggu rejeki datang dengan tiba-tiba.

Pada point 6 Inilah sebenarnya wujud syukur yang paling Hakiki. Allah menciptakan tangan dan kaki kita bahkan seluruh anggota tubuh kita bukan untuk bermalas-malasan. Bahkan Allah mempertegas hal ini dalam surah Al-jumu’ah ayat 10 yang artinya :

Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.

Ini artinya apa? Syukur tidak dapat dimaknai dengan berpangku tangan, bermalas-malasan, meratapi nasib, mengeluh, atau hidup tanpa arah. Carilah rejeki Allah yang halal dan jangan lupa bersedekah di jalan-Nya. Insya Allah anda akan menemukan kedamaian hati yang tidak akan pernah meresahkan anda lagi.

Semua akan kembali kepada Allah dan ini sebuah kepastian. Tidak ada yang mampu menolaknya. Hari ini atau esok, atau di masa yang akan datang, kita akan bertemu dengan kematian. Dan semua akan dipertanggung jawabkan di hadapa Allah Adzza Wa Jalla. Olehnya itu hendaklah dari sekarang kita mengaplikasikan makna Rasa Syukur Yang Hakiki.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,