Orang Jujur Tak Selamanya Mujur

Wednesday, November 28th 2012. | BERITA, NASEHAT, NASIONAL, RELIGY

JujurOrang Jujur Tak Selamanya Mujur. Berangkat dari realita politik di negeri yang dulu katanya Gema Ripah lojinawi ini membuat saya terpanggil untuk membuat sebuah postingan tentang bagaimana posisi orang-orang jujur di negeri ini. Betapa sungguh menyedihkan nasib mereka yang telah mencoba untuk melakukan perubahan, mengungkap kebobrokan bangsa ini, ingin berbuat sesuatu demi negeri yang dicintainya. Tapi apa yang mereka dapatkan? Satu demi satu di pangkas dengan cara-cara yang licik. Ada yang mati di tembak, ada yang mati diracun, dan ada yang berakhir di jeruji besi.

Munir (Kontras)

Munir

Munir

Sepak terjangnya tak ada yang meragukan sosok Munir sebagai sosok pejuang Hak Azasi Manusia bersama lembaga yang dipimpinnya Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Tindakan Kekerasan). Beliau terkenal dengan sikap jujur dan keberaniannya dalam membela hak-hak rakyat yang tertindas oleh kezaliman orang yang tidak bertanggung jawab.

Tentu saja sepak terjangnya tidak semua senang apalagi yang bersangkutan dengan kasus yang diperjuangkan oleh pria yang memiliki nama lengkap Munir Said Thalib ini, sehingga disinyalir ada upaya-upaya untuk menghambat bahkan menghentikan sepak terjang Munir. Dan tak ayal pada tanggal 7 September 2004 beliau harus meregang nyawa dalam penerbangan dari Jakarta menuju ke Belanda.

Hasil otopsi yang dilakukan oleh pihak berwenang belanda mengatakan bahwa Munir meninggal akibat keracunan arsenik. Dan sejak kepergiannya, pijar kontras mulai redup seiring berjalannya waktu. Selamat jalan wahai pahlawan kemanusiaan, Semoga Allah memberikan tempat yang layak di sisinya. Amiinn! Mohon bagi pembaca mengirimkan Faatihah untuk beliau.

Baharuddin Lopa (Mantan Jaksa Agung Republik Indonesia)

Baharuddin Lopa

Baharuddin Lopa

Siapa yang tidak mengenal sosok pejuang di bidang hukum yang satu ini. Pendekar hukum yang  lahir di Pambusuang, Balanipa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, pada tanggal 27 Agustus 1935 ini terkenal sebagai sosok pemberani, jujur dan tegas di kalangan para pejabat, staf bahkan masyarakat dan keluarganya. Banyak cerita-cerita inspiratif tentang bagaimana kejujuran beliau semasa hidup. Salah satunya cerita yang berasal dari mantan supir pribadi beliau semasa bertugas di Makassar.

Suatu ketika sebelum pulang ke kampung halamannya pada hari sabtu, seseorang datang ke rumah beliau mengantarkan paket berupa buah-buahan sebagai oleh-oleh yang katanya dari seseorang yang terakhir diketahui kasusnya sedang ditangani oleh Beliau. Baharuddin Lopa pada saat itu menerima paket itu dan memimta sang supir untuk memasukkan ke bagasi mobil. Dalam perjalanan pulang, tepatnya di salah satu desa di Kabupaten Barru, beliau meminta sang supir berhenti dan menurunkan semua paket buah-buahan tadi dan membagikan kepada beberapa penduduk di desa tersebut.

Untuk tidak mengecilkan hati sang supir yang tidak mendapatkan jatah buah-buahan. Setiba di kota Pare-pare, beliau meminta sang supir untuk singgah di salah satu penjual buah-buahan dan membeli beberapa kilo lalu diberikan kepada sang supir untuk disampaikan ke keluarganya sebagai oleh-oleh yang kebetulan sang supir sekampung dengan beliau.

Kematian beliau yang misterius sering dikaitkan dengan berbagai kasus yang ditangani beliau dan katanya mengancam stabilitas negara. Almarhum dianggap sebagai sebuah representasi yang mumpuni dari suatu konstruksi ideal, yang ternyata, dalam banyak hal berbeda bahkan berlawanan dengan visi negara. Bisa jadi negara atau pendukung-pendukungnya terusik dengan perlawanan ini sehingga berusaha mencari jalan untuk menghentikannya. (sumber : www.akademikaunud.wordpress.com)

Kini nama harum Baharuddin lopa telah tercatat di hati nurani masyarakat yang telah merasa kehilangan akan sosoknya tapi tidak bagi orang-orang yang merasa terusik dengan perjuangannya. Satu prinsip yang pernah diutarakan beliau bahwa “JANGAN KEPALKAN TANGANMU JIKA MASIH KUDISAN” yang artinya “jangan berteriak tentang kebenaran jika kamu juga termasuk orang yang melanggar kebenaran itu sendiri”.

Selamat jalan Baharuddin Lopa, Selamat jalan wahai pembela kebenaran…. Alfaatihah…!

Susno Duadji (Mantan Kabareskrim)

Susno Duadji

Susno Duadji

Hampir setiap saat kita bisa saksikan senyum khas tersungging dari bibir sang jenderal ketika menyampaikan sepatah dua kata baik saat wawancara maupun di persidangan. Pria kelahiran Sumatra selatan membongkar skandal rekening gendut ditubuh Polri dan makelar kasus pajak yang melibatkan Gayus Tambunan, dan sebelumnya Susno Duadji membeberkan pada media bahwa ia punya bukti nama-nama aliran dana century seperti yang dilansir detiknews (17/11/2009).

Namun apa ending dari segala perjuangan Susno Duadji telah menjadi Bumerang bagi dirinya yang berakhir beliau harus meringkuk di penjara dengan berbagai alasan yang bermacam-macam seperti pelanggaran kode etik polri, pasport dan lain-lain oleh para orang-orang yang merasa terancam dan menjadikan Susno Duadji menjadi musuh bersama dan mencari jalan untuk menjeratnya. Sabar yah Jenderal! Innallaaha ma’asshoobiriin..!

Dahlan Iskan (Menteri BUMN)

Dahlan Iskan

Dahlan Iskan

Mantan Dirut PLN ini telah diembankan tugas untuk mengawal sekaligus memimpin semua perusahaan milik negara atau Menteri Badan Usaha Milik Negara. Sikap jujur dan tegas tidak pernah lepas dari karakter yang sudah melekat pada diri pria kelahiran  Magetan, Jawa Timur, 17 Agustus 1951 ini. Di samping itu, Beliau juga terkenal dengan sikap blak-blakan dan tanpa neko-neko sehinga sering membuat gebrakan yang mengundang kontroversi.

Baru-baru ini Dahlan Iskan mengungkapkan bahwa BUMN menjadi sapi perah anggota DPR dan menjadi pemberitaan hangat yang mengundang reaksi dari berbagai kalangan baik dari politisi, aktivis, dan anggota DPR. Dahlan Iskan pernah menyatakan bahwa kongkalikong antara BUMN dan DPR. Ia kemudian mengeluarkan larangan bagi semua pejabat BUMN untuk tidak memberi suap atau upeti kepada siapa pun, termasuk kepada anggota Dewan. Pernyataan ini mendapat reaksi keras dari Senayan. (Sumber : Yahoo)

Dari pernyataan itu, berbagai reaksi muncul dari orang-orang yang disinyalir tersentil dengan pernyataan dari Dahlan Iskan yang kini menjadi musuh bersama yang selanjutnya akan mencari jalan untuk menjerat sang menteri BUMN ini. Dan tanpa gentar Dahlan Iskan mengatakan siap masuk penjara jika dirinya telah melakukan pelanggaran terhadap institusi yang dipimpinnya.

Kini Dahlan Iskan harus berjuang sendiri untuk menegakkan kebenaran dan melawan semua bentuk kedzaliman walaupun resikonya akan menjadi tumbal seperti para pendahulunya. Inilah konsistensi yang harus diterima seseoarng yang telah mewakafkan dirinya untuk kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. Maju terus pak Dahlan.. Do’a rakyat selalu mengiringi langkah dan perjuanganmu.

Simpulan

M Yuanda Zara dalam bukunya “Kematian misterius para pembaru Indonesia” mengkritisi kembali tentang betapa mudahnya menyelesaikan masalah dalam bangsa ini. Sepatah kata: lenyapkan saja! di balik kematian tokoh-tokoh pembaru Indonesia itu cukup ampuh sebagai jalan pintas dan tercepat untuk membungkam perjuangan para pembaru Indonesia. Sungguh sangat memilukan sekaligus memalukan atas kondisi bangsa ini yang tak pernah menghargai arti sebuah kejujuran dan menganggap kejujuran adalah musuh bersama, dan kesimpulannya Orang jujur tak selamanya mujur.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,