Bahaya Ghibah dan Fitnah

Sunday, January 13th 2013. | NASEHAT, RELIGY

Fitnah Bahaya Ghibah dan FitnahGhibah dan Fitnah merupakan sebuah perbuatan yang pada dasarnya akan merugikan orang lain dan tidak dibenarkan dalam agama. Baiklah, sebelum kita lebih jauh membahas tentang ghibah dan Fitnah, alangkah baiknya kita mengetahui dulu apa perbedaan dari keduanya. Ghibah adalah menceritakan keburukan/kejelekan seseorang kepada orang lain walaupun hal itu adalah benar adanya. Sedangkan Fitnah adalah menceritakan keburukan atau kejelekan seseorang kepada orang lain namun hal tersebut tidak benar adanya.

Dari kedua pengertian di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa letak perbedaan dari keduanya adalah titik kebenarannya. Ghibah dan fitnah secara sengaja atau tidak sengaja terkadang kita lakukan di dalam komunitas, organisasi, pertemanan atau linkungan masyarakat di mana kita tinggal. Mulut ini memang tak bertulang sehingga dengan leluasanya bergerak meliuk ke kiri dan ke kanan atau atas dan bawah tanpa terkendali dan kadang tidak terkontrol oleh akal sehat. Salah satu kegiatan lidah yang paling banyak bekerja adalah bergosip, ini lebih banyak terjadi bagi kaum wanita namun kadang juga dilakukan oleh kaum pria. Sehingga ketika seorang laki-laki bergosip kadang diberi gelar mulut perempuan atau ember bocor. Jadi, hati-hatilah dengan lidah anda!

Dampak yang diakibatkan oleh Ghibah dan Fitnah pada dasarnya sama yakni :

  1. Mengucilkan orang yang menjadi bahan pembicaraan
  2. Menimbulkan prasangka buruk atau vonis terhadap orang yang menjadi obyek pembicaraan
  3. Timbul dendam dan sakit hati di berbagai pihak
  4. Memutuskan tali silaturrahmi
  5. Terjadi adu domba di antara sesama
  6. Bisa mencelakakan orang lain
  7. Mendapat ancaman tidak akan masuk Syurga, sebagaimana Hadist Nabi SAW tersebut ini :“Tidak akan masuk Syurga orang yang suka adu domba .” (HR. Bukhari)

Di samping itu, Luka yang diakibatkan oleh fitnah (akibat lisan) sangat sukar untuk di dapatkan penawar atau obatnya sehingga ada kata bijak yang mengatakan :

Jika pedang melukai tubuh, akan sembuh dalam beberapa hari
Tapi jika Lidah melukai hati, kemana obat hendak dicari.

Olehnya itu, berhati-hatilah terhadap lidah yang tak bertulang itu, Jika bisara itu lebih banyak membawa mudharat, alangkah baiknya anda diam saja. Apakah dengan menceritakan kesalahan/keburukan atau bahkan aib orang lain akan membawa kebaikan atau posisi anda lebih terhormat?

Emas tak perlu menceritakan keburukan besi rongsokan untuk mendapatkan tempat yang lebih mulia

Demikian halnya dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang berusaha menjatuhkan orang lain dengan menceritakan keburukan orang yang tidak sefaham dengannya, padahal bisa jadi orang yang menceritakan orang lain lebih buruk bahkan lebih hina. Allah berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 12 :

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan dari prasangka, karena sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentunya kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.”

Olehnya itu bicara itu juga perlu saringan, jika memang itu akan membawa kemaslahatan, sampaikanlah! namun jika itu lebih banyak membawa kumudharatan, sebaiknya anda simpan dalam hati. bukan menyampaikan atau menyebarluaskan kepada orang lain untuk menghindari Bahaya Ghibah dan Fitnah.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,