Banyak Yang Shalat Seperti Burung Beo

Monday, January 28th 2013. | RELIGY, SHALAT

Burung beoPernahkah anda melihat burung beo shalat ? tentu belum, saya pun demikian. Namun kata kiasan ini sangatlah tepat untuk mengkaji tentang bagaimana fenomena umat Islam di masa modern ini ketika melaksanakan sholat. Seperti kita ketahui bahwa bahasa yang digunakan dalam shalat adalah bahasa arab yang nota bene bukan bahasa kita. Sehingga tidaklah mengherankan ketika melakukan susah sekali rasanya untuk khusyuk karena memang kita tidak memahami apa yang telah kita ucapkan sehingga terkadang dalam sholat hayalan dan ingatan kita merambah kemana-mana.

Shalat pada dasarnya adalah bentuk penghambaan seseorang kepada penciptanya melalui gerakan-gerakan tertentu yang di dalamnya berisikan permohonan dan pengharapan. Lalu bagaimana jika pada saat shalat kita tidak fokus dan memenuhi tujuan dari shalat itu sendiri? Bukankah dalam sholat itu kita mengucapkan ayat-ayat suci beserta do’a-do’a dalam rangkaiannya? Sadarkah kita ketika membaca basmalah dan membayangkan betapa Allah maha Pemurah lagi Maha Penyayang? ataukah kita membaca takbir dan membayangkan betapa besar kekuasaan Allah Swt akan alam semesta beserta isinya? semua itu akan kita bisa kita fahami jika kita mengetahui arti atau makna bahasa yang kita ucapkan.

shalat khusyukSelanjutnya ketika membaca do’a iftitah yang menggambarkan betapa semua yang kita lakukan adalah segenap demi Allah semata, Inna Shallatii, wa nusukii wa mahyaaya wamamaati… Lillahi robbil aalamin. Tetapi pikiran dah hayalan kita kadang tak seperti apa yang kita ucapkan. Begitu pula pada saat kita membaca Surah Al-Fatihah yang menggambarkan betapa kekuasaan allah, maha pemurah-Nya, yang berkuasa di hari pembalasan, kita bersumpah untuk menyembah-Nya dan meminta pertolongan selalu dari-Nya, Meminta untuk di tunjukkan jalan yang lurus, yang diridhoi, dan bukan jalan yang sesat. Tapi apakah kita menghayati akan semua itu?

Saudaraku, Apalah artinya kita menjalankan sholat tanpa mengetahui maksud apa yang kita ucapkan? apa bedanya kita dengan burung beo yang mampu menyanyikan lagu Indonesia Raya namun tak mengerti bahwa lagu tersebut mengandung unsur heroik dan nilai nasionalis yang mendalam terhadap ibu pertiwi? Begitulah gambarannya ketika kita melaksanakan sholat tanpa memahami makna apa yang kita ucapkan.

Jika seandainya kita ingin mencoba untuk khusyuk melaksanakan shalat, cobalah untuk mengerti dan memahami apa yang kita ucapkan mulai dari takbiratul ihram hingga salam. coba hayati bacaan ketika takbir, surah alfatihah, surah pendek, ruku’ i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, tahiyyat hingga salam. Jika ini kita mengerti dan fahami, insya Allah ada nilai-nilai kekhusuan dalam shalat itu, Jika tidak percaya, anda boleh mencobanya.

Olehnya itu mulai dari sekarang, hendaklah kita tidak sekedar membaca Al-qur’an dan do’a-do’a. Ada baiknya atau sebaiknya kita harus tau artinya dan fahami maknanya. Jangan sampai kita shalat seperti burung beo yang bernyanyi karena dengan mengerti dan memahami makna bacaan, akan memudahkan kita khusyuk dalam shalat.

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,