Parahnya Polusi Udara China

Monday, February 4th 2013. | BERITA, INTERNASIONAL, KESEHATAN

polusi udara ChinaSalah satu permasalahan dunia dewasa ini adalah masalah polusi udara yang kini semakin serius mengancam para penghuninya di muka bumi ini mengingat semakin berkurangnya produksi udara segar dalam hal ini Oksigen (O2) dari hasil akhir proses fotosintesis tumbuhan. Penebangan pohon secara liar dan rendahnya kesadaran untuk menanam kembali merupakan penyebab terbesar dari embrio bencana ini. Sangat disayangkan jika generasi kita akan sulit mendapatkan udara bersih lagi di masa akan datang akibat perbuatan dan keserakahan kita.

Kengerian itu kini telah tampak di China dimana polusi udara di sana semakin parah dan sudah di atas ambang batas standar kesehatan manusia. Baru-baru ini WHO telah mengumumkan bahwa polusi di Beijing China telah dalam tahap berbahaya karena telah melewati bahkan sangat jauh dari ambang batas standar konsentrasi Partikular (PM 2,5) yang tidak boleh lebih dari ambang 25 mikrogram per kubik meter. Udara sudah dinyatakan berbahaya untuk dihirup bila angkanya melebihi 100 mikrogram perkubik meternya. sementara di Bijing China telah mencapai 300-500 mikrogram perkubiknya pada bulan januari lalu. Ini sudah sangat berbahaya bagi kesehatan dan sebaiknya anak-anak dan lanjut usia cukup berdiam diri dalam  rumah.PM (Particulate Matter) merupakan salah satu komponen penting terkait dengan pengaruhnya terhadap kesehatan. PM dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok yaitu :

  • coarse PM (PM kasar atau PM2,5-10)
  • fine PM (<2,5 μm)
  • dan ultrafine (<0,1 μm)

polusi udara polusi udara di cina polutan

Udara segar kini semakin langka di china khususnya di Beijing akibat pencemaran yang diakibatkan oleh emisi kendaraan, asap pabrik, industri kosmetik, dan lain-lain, diperparah lagi oleh kurangnya tumbuhan atau pepohonan yang mendaur ulang kembali udara kotor ini untuk menjadi bersih. Akibat dari tercemarnya udara tersebut, kini jarak pandang di kota beijing hanya berkisar 200 meter saja. Bahkan kini Kota Beijing sulit untuk terbaca lagi dari kamera satelit akibat keruhnya udara akibat polusi ini. Masyarakan Beijing kini merasa sesak hidup di Kotanya, udara segar adalah barang langka sehingga untuk mendapatkannya anda harus merogoh kocek sebesar 5 Yuan (Rp.7000) per kaleng sebesar kaleng minuman soda yang di jual oleh seorang pengusaha bernama Chen Guangbiao. Chen mengatakan kini udara china sudah sangatlah buruk sehingga bukanlah suatu hal yang aneh jika saya menjual udara di sini.

jual udara di cina jual udara di china jual udara segar di china

Olehnya itu, Bukanlah mustahil jika hal ini juga akan terjadi di negeri ini jika tidak dari sekarang kita sadar akan pentingnya penghijauan itu. Hentikan penebangan hutan secara liar, Setidaknya minimal 1 pohon untuk 1 orang dalam memenuhi kebutuhan oksigennya. Baru-baru ini Januari 2013 WHO telah menyiapkan dana sebesar 180 juta dolar AS untuk Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility/FCPF) sumbangan dari Finlandia, Jerman dan Norwegia. Indonesia kini termasuk salah satu penyuplai oksigen terbesar di dunia karena hutannya sepanjang tahun mendapat sinar matahari. Sehingga tidak salah banyak negara dan organisasi yang bergerak dalam penghijauan melirik indonesia untuk membantu dalam melestarikan hutan dan melakukan penghijauan. Sementara banyak di antara kita yang secara sengaja justru merusak hutan tanpa memikirkan dampak buruk yang diakibatkan kelak.

Kini kita perlu sadar. Cukuplah China menjadi pelajaran di mata dunia akan pentingnya udara segar. Tegakah kita jika suatu saat nanti kita juga akan membeli udara segar dalam kaleng? Mengapa kita tidak berfikir untuk kelestarian bumi ini? Tegakah kita melihat suatu saat nanti udara kita separah polusi udara di China?

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,