5 Tokoh Sulsel Bernama Yusuf (Jusuf)

Saturday, March 16th 2013. | BERITA, NASIONAL, SERBA-SERBI

Yusuf Dari SulselSulawesi Selatan merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang banyak melahirkan beberapa tokoh penting dalam peradaban bangsa Ini. Entah sengaja atau tidak sejarah telah mencatat bahwa keberadaan beberapa Tokoh Sulsel yang berpengaruh 5 di antaranya bernama Yusuf (Jusuf). Dan keempat orang ini menjadi panutan bagi masyarakat Sulawesi Selatan yang terkenal dengan sikap yang keras dengan sebuah prinsip “Siri’ Na Pacce” yang dianutnya. Siri’ Na Pacce adalah sebuah prinsip yang mempunyai arti yang luas dan sangat mendalam akan arti sebuah rasa Malu dan tanggung jawab, siap dengan resiko, dan pantang mundur dalam membela kebenaran. Dan 2 di antaranya telah menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden R.I. yakni Baharuddin Jusuf  Habibie dan Muhammad Jusuf Kalla.

Tokoh Sulsel yang berpengaruh baik di Indonesia maupun dunia yang saya maksud adalah Syekh Yusuf, Baharuddin Jusuf Habibie, Muhammad Yusuf Kalla dan Yusuf Manggabarani. Baiklah kita bahas satu demi satu Biografi dari ke-5 Tokoh Sulsel Bernama Yusuf berikut ini :

1. Syek Yusuf

Syekh Yusuf

Syekh Yusuf

Lahir pada tanggal 13 Juli Tahun 1962 di Gowa, Sulawesi Selatan dari pasangan Abdullah dan ibunya bernama Aminah yang merupakan keluarga Kerajaan Gowa, Nama lengkapnya adalah Muhammad Yusuf yang merupakan pemberian langsung dari Sultan Alauddin dari pihak kerajaan pada masa itu. Sepak terjang Syekh Yusuf atau juga dikenal dengan julukan Syekh Yusuf Al-Makassari lebih menonjol pada penyebaran agama Islam baik di Indonesia maupun di dunia.

Dengan berbekal pengetahuan agama yang ia perdalam di Mekkah, Syekh Yusuf mulai mengembara dan menyebarkan agama Islam bermula dari Aceh, berlanjut ke Gujarat-India, Yaman, Damaskus, Spanyol hingga ke Afrika Selatan. Di Afrika Selatan ini merupakan basis Islam yang sangat mencintai sosok Syekh Yusuf hingga konon membuat sebuah makam khusus baginya. Sehingga Syekh Yusuf terkenal dengan beberapa makam yang salah satunya di perbatasan Makassar-Gowa (Jalan Syekh Yusuf).

Tidak hanya itu, Syekh Yusuf juga dikenal banyak membantu perjuangan dalam melawan penjajah Belanda, khususnya di Wilayah Banten dan sekitarnya.

2. Jenderal M.Yusuf

JENDERAL M. YUSUF

Jenderal M. Yusuf

Tokoh Sulsel yang kedua bernama Yusuf adalah Jenderal M. Yusuf. Beliau lahir di Kajuara, Kabupaten Bone-Sulawesi Selatan, 23 Juni 1928. Beliau adalah salah seorang panglima yang paling berpengaruh dalam sejarah kemiliteran karena kharisma dan pribadinya yang sangat sederhana sehingga sangat dikagumi oleh seluruh jajaran kemiliteran dan masyarakat sipil pada umumnya. Selain itu Jenderal M. Yusuf juga sangat terkenal dengan kejujuran dan ketegasannya sehingga hal ini membuat para prajurit di jajarannya sangat mengagumi Jenderal bintang 4 ini.

Sejarah Surat Perintah Sebelas Maret mencatat bahwa beliau adalah salah satu saksinya dari 3 saksi pada saat itu, dan sejarah tersebut masih menyimpan misteri dan kontroversi hingga saat ini. Beberapa jabatan penting yang pernah diduduki oleh tokoh kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan ini adalah Menteri Preindustrian dalam enam periode kabinet (1864-1978), Kepala BPK, Panglima ABRI.

Jenderal M. Yusuf meninggal pada tanggal 8 September 2004 September 2004, pukul 21.35 Wita. Rakyat Indonesia kehilangan putra terbaiknya, demikian halnya masyarakat Sulawesi Selatan merasa telah kehilangan seorang tokoh yang banyak memberikan kontribusi pada Sulawesi Selatan, Misalnya Mesjid Al-Markas Al-Islami Dan Monumen Mandala yang kin berganti nama Menjadi Monume Jenderal M. Yusur sebagai penghargaan kepada beliau. Ribuan bahkan puluhan Ribu orang yang mengantarkan beliau ke peristirahatan Terakhir di Taman Makam Pahlawan Panaikang Makassar. Selamat Jalan Jenderal, Selamat Jalan Tokoh Sulsel terbaik.

3. Baharuddin Jusuf Habibie

Baharuddin Jusuf Habibie

Baharuddin Jusuf Habibie

Bagi Masyarakat Indonesia umumnya dan khusus di bidang teknologi, nama B.J. Habibie tidaklah asing. Beliau adalah orang yang banyak berperan dalam pembangunan negara ini khususnya dibidang riret dan teknologi. Habibie lahir pada tanggal 25 Juni 1936 merupakan putra dari ayah Alwi Abdul Jalil Habibie yang merupakan orang bugis asal Pare-pare Sulawesi Selatan, dan ibu R.A. Tuti Marini Puspowardoyo dari Jawa. Dalam perjalanan karirnya Habibie yang telah menjadi warga negara kehormatan Jerman ini atas jasanya dalam industri teknologi Jerman telah memberikan konstribusi yang sangat besar akan kemajuan teknologi Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan sebuah pencapaian mahakarya anak bangsa yang telah berhasil membuat pesawat terbang CN-250 Gatot Kaca.

Memasuki masa reformasi, di mana saat itu B.J. Habibie menjabat sebagai Wakil Presiden R.I. akhirnya menggantikan Soeharto yang menyatakan dirinya mundur sebagai presiden kala itu atas desakan dari berbagai elemen. Pada masa pemerintahan Habibie, Beliau masih berpegang teguh pada pendiriannya untuk membuat negara Indonesia menjadi negara yang mandiri dan bisa bangkit dari keterpurukan. Namun sayangnya masa pemerintahan beliau sebagai Presiden R.I. bisa dikatakan cukup singkat akibat gejolak politik yang tidak menentu saat itu. Selepas masa pemerintahan beliau, dia lebih banyak berkonsentrasi pada keluarga dan masih sering membawakan berbagai seminar-seminar baik di Indonesia maupun di Jerman.

4. Muhammad Jusuf Kalla

jusuf-kalla

Jusuf Kalla

Tokoh Sulsel berikutnya yang cukup berpengaruh di Indonesia adalah Muhammad Jusuf Kalla. Beliau Lahir di Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942 merupakan anak ke-5 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athira. Beliau hidup dalam nuansa keagamaan yang kental dalam lingkungan keluarga di dukung pada saat itu kediaman beliau berdampingan dengan Mesjid Raya Makassar. Orang Tua Jusuf Kalla sarat dengan prinsip-prinsip keBugisan dan ditanamkan kepada anak-anaknya. Salah satu prinsip yang paling melekan pada diri Jusuf kalla adalah “Getteng, Lempu na Ada Tongeng” yang berarti Sikap Tegas, Adil dan Jujur. Inilah yang menjadikan beliau selalu dipandang sebagai sosok yang dihargai dan segani oleh semua kalangan.

Pada Tahun 2004 beliau tampil menjadi wakil Presiden R.I. mendampingi SBY setelah memenangkan pemilihan Presiden kala itu. Jusuf Kalla terkenal dengan sikap blak-blakan dan tidak suka dengan neko-neko terhadap apa yang diucapkan maupun tindakannya, namun dibalik itu banyak ide cemerlang yang hadir dari buah pemikirannya.

Peran penting yang ditunjukkan oleh Jusuf Kalla pada bangsa ini atas jasanya dalam menangani beberapa kasus kerusuhan dan instabilsitas keamanan negara seperti Kasus Ambon, Poso, dan GAM. Sehingga tidak salah jika beliau dijuluki sebagai Bapak Perdamaian.

5. Jusuf Manggabarani

Jusuf-Manggabarani

Jusuf Manggabarani

Di kalangan Institusi Kepolisian, siapa yang tidak kenal dengan sosok Pria Kelahiran Makassar 11 Februari 1953 ini? Beliau adalah salah satu putra kebanggaan Sulsel yang patut mendapatkan tempat terhormat di mata masyarakat dimana kharisma yang ada pada diri beliau patut diacungkan jempol. Mantan Kapolda Sulawesi Selatan ini dikenal sebagai sosok yang keras, tegas, jujur dan bijaksana.

Ada sebuah cerita dimana beliau masih menjabat sebagai Kapolda Sulsel saat itu, beliau hendak pulang ke kampung Halamannya di Polmas untuk mengunjungi sanak familinya. Cerita ini berasal dari Supir beliau Supardi (nama disamarkan) yang kebetulan juga orang Polmas, dia menceritakan bahwa sebelum berangkat ke Polmas, pada pagi hari di kediaman rumah jabatan di Jalan Andi Mappaoddang tampak seseorang datang menghampiri Supardi dan menyerahkan beberapa bungkusan yang isinya yang tak lain adalah buah-buahan yang masih segar. “Ini untuk bapak buat keluarga di kampung” kata sipembawa bingkisan. Tidak lama berselang, Jusuf manggabarani keluar dari kediamannya dan siap berangkat. Beliau terkejut dengan bungkusan yang ada di mobil. Lalu beliau berkata “Saya kenal dengan orang itu tadi, salah seorang kerabatnya kini tertimpa kasus yang cukup besar”.  Tidak lama berselang berangkatlah mobil dari Makassar menuju ke Polmas. Setiba  di salah satu desa di Kabupaten Barru, beliau meminta kepada Supirnya untuk memnghentikan mobilnya dan memintanya untuk menurunkan buah-buahan tadi dan dibagikan kepada orang-orang di sekitar situ yang nota bene tampaknya banyak orang yang tidak mampu.

Setelah itu, beliau meminta untuk melanjutkan perjalanan. Setelah tiba di Pare-pare, beliau minta berhenti di salah satu tokoh buah dan beliau lalu turun dari mobil selanjutnya masuk ke toko buah tersebut. Sang supir bertanya dalam hati, kenapa beliau melakukan itu. Setelah naik kembali di mobil, beliau berujar ” saya tahu kamu menginginkan buah itu tadi, makanya saya membelikan ini untuk kamu dan buat ole-ole keluargamu di Polmas nanti, saya tidak mau memberikan makanan buat keluargamu dengan sesuatu yang subhat”. Demikialah salah satu cerita tentang Jusuf Manggabarani.

Jusuf Manggabarani terbilang cukup diperhitungkan dan disegani di jajaran Kepolisian R.I. hal ini tidak terbantahkan atas apa yang telah beliau raih, di mana di akhir masa tugas beliau menempati posisi sebagai Wakapolri. Sosok yang sederhana, tegas dan berwibawa patut menjadi teladan bagi polisi lain.

Demikianlah 5 Tokoh Sulsel Bernama Yusuf (Jusuf) yang mempunyai pengaruh besar baik di Indonesia maupun dunia. Semoga di Kemudian hari akan lahir Yusuf (Jusuf) yang kelima sebagai putra terbaik Sulsel yang bisa menjadi Tokoh Sulsel yang berpengaruh.

tags: , , , , , , , , , , ,