Rapuh

Tuesday, March 4th 2014. | RELIGY

Malam kujamah meski tak tersentuh
Mencari dermaga nurani tuk berlabuh
Menyeret raga dan tubuh
Letih, kusam bersimbah peluh

Bulan merangkak dengan wajah lusuh
Isyarat bulir hujan tak lama lagi kan jatuh
Bergetar hati kala langit begemuruh
Menyibak angkasa secara menyeluruh

Aku yang kini rapuh
Merajut asa yang kutempuh
Hanya padaMu aku bersimpuh
Mendamba kasih yang tak jenuh

Haruskah kumengeluh
Atas luka yang tak kunjung sembuh
Dalam diam, Aku Rapuh..
Puisi ini nilainya SEPULUH
huhuhuhuhuhuh